Pendidikan Muhammadiyah Mencetak Generasi Ulama Sekaligus Intelek

Subhanallah… sungguh tak terasa ternyata telah 104 tahun Muhammadiyah telah mengabdi dan mencoba membenahi negeri ini. Ya… meski sebagian orang memandang dengan sebelah mata pada mulanya yaitu saat Muhammadiyah yang didirikan di kampung Kauman Yogyakarta, pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H/18 Nopember 1912 oleh seorang yang bernama Muhammad Darwis, kemudian dikenal dengan KHA Dahlan. Namun, kini tak seorangpun mampu menyembunyikan fakta tentang keberhasilan Muhammadiyah dalam beberapa perannya dalam masyarakat.

Peran Muhammadiyah yang sangat terlihat saat ini adalah ketika kita melihat Muhammadiyah mampu berkarya dalam berbagai bidang kehidupan baik pelayanan sosial, kesehatan, pendidikan bahkan hubungan dan bahkan kerjasama internasional pun menjadi bagian yang tak terlepaskan.
 

Pada bidang pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga prguruan tinggi. Jika dulu KHA Dahlan memberikan pelajaran/pengetahuannya kepada laki-laki dan juga kepada kaum Ibu muda dalam forum pengajian yang disebut “Sidratul Muntaha”. Pada siang hari pelajaran untuk anak-anak laki-laki dan perempuan. Pada malam hari untuk anak-anak yang telah dewasa. Dan saat ini ribuan ‘cucu KHA Ahmad Dahlan’ yang telah menjadi guru-guru terbaik telah mengajarkan pendidikan mulai dari bangku sekolah(dunia nyata) hingga dunia maya(internet). Dari media cetak hingga elektronik baik radio bahkan televisi seolah menjadi bukti 

Pada cakupan yang kecil saja seperti di SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo, prestasi demi prestasi telah terukir. Sejarah mencatat bahwa sekolah ini telah mengantarkan anak didiknya yang bernama Krisna Attayendra menjadi duta Kabupaten Sidoarjo pada International Mathematic and Science Olympiad tahun 2008 di Lombok serta IMC Thailand sebagaimana tulisan yang dimuat di Jawa Pos, Selasa, 02 September 2008 dengan judul “Siswa SD Muhammadiyah I Terpilih Ikut International Mathematic and Science Olympiad,Berawal dari Obsesi, Kini Menjadi Prestasi “ dan Jawa Pos, Sabtu, 25 Oktober 2008 dengan judul tulisan “Siap Berjuang untuk Indonesia”

krisna

Setahun kemudian disusul prestasi M. Farras Rahmatullah yang meraih medali Perak(Silver Medal) pada IMC di Singapore tahun 2009 yang dimuat di Jawa Pos, Senin, 31 Agustus 2009 dengan judul “Siswa Muhammadiyah Juara IMC” dan di majalah Matan dengan judul “cerita tentang imajinasi Farras”

farras
farras1

Di tahun berikutnya di lanjutkan oleh Nadhifa Ayu Shafirra yang meraih medali perunggu(Bronze Medal) di IMC di Singapore tahun 2010
nadhifa
serta di lanjutkan estafet prestasinya oleh Annisa Fildzah larasati yang juga meraih perunggu(Bronze Medal) pada IMC Singapore di tahun 2012.

Tak hanya mendulang prestasi di bidang matematika, bidang teknologi yang lebih modern yang melatihkan keterampilan dan kecerdasan pemrograman komputer juga diperlihatkan pada prestasi di Bidang Robotika yang dimulai dari begitu banyak mulai kompetisi di Australia, Korea, Malaysia

adrian
habib

dan yang terbaru di Singapore dan di Bandung pada tahun 2013 juga meraih juara 1 dan 2.

 

adna

Prestasi-prestasi diatas tentu tidak didapatkan secara instan namun dengan perjuangan panjang para pendidik dan siswa yang dilatih dengan kedisiplinan tinggi dan tetap berpegang teguh dengan nilai islami yang menjadi dasar dalam keseharian anak didik menjadikan anak didik memiliki tak hanya kecerdasan di bidang akademik namun mampu menjadikan merekan memahami cara beribadah yang benar. Sehingga sesibuk apapun anak didik dalam kegiatan sehari harinya, namun mereka juga memiliki pemahaman agama yang sangat memadai sehingga mereka mampu mengamalkan ajaran agama dengan baik dengan terbukti tidak pernah meninggalkan sholat dan aktivitas ibadah lainnya. Maka tidak berlebihan jika kemudian dikatakan bahwa saat ini pendidikan Muhammadiyah mampu mencetak generasi ulama sekaligus intelek.

Referensi

http://www.muhammadiyah.or.id/id/content-50-det-sejarah.html

http://www.muhammadiyah.or.id/id/content-50-det-sejarah.html

http://belajarmatematikaonline.wordpress.com/liputan-media-massa

Categories: Uncategorized

Pendidikan Muhammadiyah Mencetak Pelajar Ulama Sekaligus Intelek

Subhanallah… sungguh tak terasa ternyata telah 104 tahun Muhammadiyah telah mengabdi dan mencoba membenahi negeri ini. Ya… meski sebagian orang memandang dengan sebelah mata pada mulanya yaitu saat Muhammadiyah yang didirikan di kampung Kauman Yogyakarta, pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H/18 Nopember 1912 oleh seorang yang bernama Muhammad Darwis, kemudian dikenal dengan KHA Dahlan. Namun, kini tak seorangpun mampu menyembunyikan fakta tentang keberhasilan Muhammadiyah dalam beberapa perannya dalam masyarakat.

Peran Muhammadiyah yang sangat terlihat saat ini adalah ketika kita melihat Muhammadiyah mampu berkarya dalam berbagai bidang kehidupan baik pelayanan sosial, kesehatan, pendidikan bahkan hubungan dan bahkan kerjasama internasional pun menjadi bagian yang tak terlepaskan.

Pada bidang pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Jika dulu KHA Dahlan memberikan pelajaran/pengetahuannya kepada laki-laki dan juga kepada kaum Ibu muda dalam forum pengajian yang disebut “Sidratul Muntaha”. Pada siang hari pelajaran untuk anak-anak laki-laki dan perempuan. Pada malam hari untuk anak-anak yang telah dewasa. Dan saat ini ribuan ‘cucu KHA Ahmad Dahlan’ yang telah menjadi guru-guru terbaik telah mengajarkan pendidikan mulai dari bangku sekolah(dunia nyata) hingga dunia maya(internet). Dari media cetak hingga elektronik baik radio bahkan televisi seolah menjadi bukti

Pada cakupan yang kecil saja seperti di SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo, prestasi demi prestasi telah terukir. Sejarah mencatat bahwa sekolah ini telah mengantarkan anak didiknya yang bernama Krisna Attayendra menjadi duta Kabupaten Sidoarjo pada International Mathematic and Science Olympiad tahun 2008 di Lombok serta IMC Thailand sebagaimana tulisan yang dimuat di Jawa Pos, Selasa, 02 September 2008 dengan judul ”Siswa SD Muhammadiyah I Terpilih Ikut International Mathematic and Science Olympiad Berawal dari Obsesi, Kini Menjadi Prestasi” Dan dan Jawa Pos, Sabtu, 25 Oktober 2008 dengan judul tulisan Siap Berjuang untuk Indonesia”
krisna
Setahun kemudian disusul prestasi M. Farras Rahmatullah yang meraih medali Perak(Silver Medal) pada IMC di Singapore tahun 2009 yang dimuat di Jawa Pos, Senin, 31 Agustus 2009 dengan judul” Siswa Muhammadiyah Juara IMC ” dan di majalah Matan dengan judul “”cerita tentang imajinasi Farras”
farras1

farras

dan di lanjutkan oleh Nadhifa Ayu Shafirra yang meraih medali perunggu(Bronze Medal) di IMC di Singapore tahun 2010 serta di lanjutkan estafet prestasinya oleh Annisa Fildzah larasati yang juga meraih perunggu(Bronze Medal) pada IMC Singapore di tahun 2012.
nadhifa

Tak hanya mendulang prestasi di bidang matematika, bidang teknologi yang lebih modern yang melatihkan keterampilan dan kecerdasan pemrograman komputer juga diperlihatkan pada prestasi di Bidang Robotika yang dimulai dari begitu banyak mulai kompetisi di Australia, Korea, Malaysia
adrian

habib
dan yang terbaru di Singapore dan di Bandung pada tahun 2013 juga meraih juara 1 dan 2.

adna
Prestasi-prestasi diatas tentu tidak didapatkan secara instan namun dengan perjuangan panjang para pendidik dan siswa yang dilatih dengan kedisiplinan tinggi dan tetap berpegang teguh dengan nilai islami yang menjadi dasar dalam keseharian anak didik menjadikan anak didik memiliki tak hanya kecerdasan di bidang akademik namun mampu menjadikan merekan memahami cara beribadah yang benar. Sehingga sesibuk apapun anak didik dalam kegiatan sehari harinya, namun mereka juga memiliki pemahaman agama yang sangat memadai sehingga mereka mampu mengamalkan ajaran agama dengan baik dengan terbukti tidak pernah meninggalkan sholat dan aktivitas ibadah lainnya. Hingga pantaslah jika kemudian dikatakan bahwa Muhammadiyah telah mampu mencetak generasi intelek sekaligus ulama dalam keseharian mereka.

Referensi

http://www.muhammadiyah.or.id/id/content-50-det-sejarah.html

http://matan-muhammadiyah.blogspot.com/2009/10/cerita-tentang-imajinasi-farras.html

http://belajarmatematikaonline.wordpress.com/liputan-media-massa/

Categories: Uncategorized

Fachruddin Ar Razi Competition

Tertarik dengan Tantangan Lomba MM dan Al Islam?

Image

Penyisihan 26 Oktober2013

&

Final, 24 November 2013

Regional Wilayah :

Malaysia, Sorong – Papua, Makasar, Bali, Aceh, Medan, Riau, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Tuban, Malang, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, Jember, Jombang, Blitar, Ponorogo, Semarang, Solo, Yogyakarta, Magelang, Cirebon, Bandung, Banten, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Jakarta dll

 

Ayo daftar segera..!!!

email : frc.2013@yahoo.com

Sekretariat Panitia Pusat:

GEDUNG GONTOR Lt. 2

Jl.Pasar Minggu No. 13 Pancoran,

Jakarta Selatan 12780

Telepon : 0217995083, 79196389

Faks : 02179196387

 

 

Pendaftaran, brosur klik disini

Categories: Uncategorized

Bagaimana menghitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan MUDAH?

bulangan bulat

Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Materi Bilangan Bulat Menggunakan Media Jarik Bagi Siswa Kelas IV SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo Tahun 2012/2013

Abdullah Makhrus

Endang Mastuti R

 

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

nasehatihamba@gmail.com

 

Abstract

 

This observation is Class Action Research taken from the reality that teaching mathematics in addition and substraction of whole number from year to year is felt difficult to be understood by student in the fourth grade. In addition, this is the new topic according to the students, recently the teacher teaches directly by speaking without using media.The problem pattern in this research is “Does JARIK(Jaring Ikan) increase the achievement of student in addition and subtsraction of whole number? The aim of this observation is to know how much the increasement of mastering the topic of addition and substraction of whole number after using Jarik. (Jaring Ikan)

The subjects of this research are 40 students consist of 19 girls and 21 boys in the class. The writer does this research in Elementary 1 Muhammadiyah Sidoarjo. This research uses 2 cycles using test and observation for data collection technique.

The result of writer’s  research from data obervation shows that procentage of student’s activity response, cooperation and take a conclution is 85.42% in first cycle and increase become 91.04% in second cycle. Then from test result also increase. It presents from the average value of the students are about 66  and it has not reached  the Criteria of Minimum Completion which is 70 that has been stated. After using JARIK(Jaring Ikan) media  the average value of students increase up to 90.25. From both data, the writer concludes that using JARIK be able to increase the competence of studying mathematics in addition and substraction whole number for the fourth grade student of Elementary 1 Muhammadiyah Sidoarjo.

 

Kata Kunci : whole number, media, jarik

 

PENDAHULUAN

Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat merupakan bahasan materi matematika yang cukup menarik di kelas IV. Disamping merupakan materi baru dalam pelajaran matematika ternyata pokok bahasan ini selalu dikeluarkan dalam ujian sekolah baik UTS, UAS bahkan Ujian Nasional ketika di kelas VI. Dari pengalaman penulis sebagai guru kelas dan teman-teman pengajar,  pokok bahasan ini dirasa sangat sukar dipahami siswa. Menurut data dari tahun 2011-2012 hanya sekitar 40% anak saja yang mampu memahami konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Sedangkan di penelitian sebelumnya pernah dilakukan berjudul ”Penggunaan Media Lidi Untuk Meningkatkan Keterampilan Siswa pada Penjumlahan Bilangan Bulat di Kelas  IV SD” . Penelitian ini di lakukan melalui tiga tahapan tindakan yaitu: menggunakan media lidi secara berpasangan, menggunakan media lidi yang berwarna secara berpasangan dan menggunakan media lidi yang berwarna secara perorangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil evaluasi proses (pada waktu pelaksanaan pembelajaran) keaktifan siswa sangat aktif sebanyak baru 15%, hingga siklus kedua masih mencapai 55%. Penempatan alat tepat dan penggunaan benar sebanyak 20% dan  60%. Penggunaan alat tepat dan hasil benar sebanyak 20% dan 50% . Hal ini dikarenakan materi bilangan bulat termasuk materi baru yang diterima anak kelas IV  juga materinya masih dianggap sulit oleh kebanyakan siswa apalagi ketika guru salah memberikan penjelasan tentang teknik mengajarkan ke siswa yang kurang menarik sehingga di level dasar inilah anak banyak yang membenci matematika. Kesulitan yang sering mereka alami ketika penjumlahan terjadi antara jenis bilangan bulat yang berbeda dan penguranan yang terdidi dari symbol penguranan sendiri serta symbol negatif(-) pada bilangan itu sendiri. Kenyataan yang terjadi di lapangan selama ini dalam proses belajar mengajar (KBM) terutama di SD, khususnya di SD Negeri 1 Sidoarjo masih ada guru saat mengajar belum menggunakan alat peraga secara tepat dan maksimal. Di samping belum terbiasa menggunakan alat peraga karena keterbatasan waktu dan fasilitas, juga kesadaran guru itu sendiri. Guru di SD adalah guru kelas yang mengajar semua mata pelajaran. Konsekuensinya setiap hari murid bertatap muka dengan guru yang sama, sehingga dapat menimbulkan kejenuhan. Oleh karena itu penggunaan alat peraga harus mendapat perhatian serius guna mendapatkan suasana pembelajaran yang menarik dan kondusif bagi siswa. Jika tidak dilakukan maka siswa cenderung pasif dan kurang dapat memahami soal bilangan bulatdapat dibuktikan dari hasil ulangan maupun keaktifan siswa saat terjadinya kegiatan Belajar Mengajar. Yang sudah penulis lakukan adalah melakukan improvisasi metode dan teknik.

                Alternatif terakhir yang penulis lakukan pada tahun ini adalah mengadakan media alat peraga. Alat peraga yang dibuat menurut penulis relevan dengan materi tersebut di atas adalah menggunakan alat bantu atau media yang penulis buat yang diberi nama JARIK(Jaring Ikan). Permainan ini diilhami oleh seortang penjual ikan di tempat berjualan ikan dan membandingkan dengan orang yang menggunakan jaring besar dilaut untuk menangkap ikan. Jaring yang nanti akan disimbolkan dengan bilangan bulat positif dan ikan sebagai bilangan bulat negatif

Tujuannya untuk mengetahui apakah dengan menggunakan alat peraga JARIK (Jaring Ikan) dapat meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran matematika penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi:

Pertama, bagi sekolah SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo, dapat memberikan sumbangan dalam upaya peningkatan mutu mata pelajaran matematika dan sekolah mendapat kepercayaan dari masyarakat.

Kedua, bagi guru dapat memperbaiki kinerjanya, berkembang secara professional dalam meningkatkan mutu pendidikan di kelasnya sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri.

Ketiga, bagi siswa akan mendapatkan pembelajaran matematika yang lebih aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan sehingga siswa akan termotivasi untuk terus belajar hingga akhirnya dapat meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran

 

METODE PENELITIAN

Untuk dapat mencapai target yang diharapkan peneliti  mengambil subyek Subyek dalam peniltian ini adalah siswa kelas IV di SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo jumlah siswa 40 orang. Pelaksanaan penelitian dalam 3 bulan sejak September s.d Nopember 2012

Teknik Pengumpulan Data dalam penelitian ini meliputi tes dan observasi.Sedangkan teknik analisis data dari data yang dikumpulkan pada setiap kegiatan observasi dari pelaksanaan siklus penelitian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teknik presentase untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran. Analisis data yang digunakan peneliti adalah  melalui analisis data hasil tes dengan menggunakan rumus rata-rata kelas.

 Data observasi nantinya digunakan untuk melihat hasil realita dikelas saat sebelum maupun sesudah penggunaan media untuk dilakukan perbaikan dalam perencanaan maupun tindakan pada pelaksanaan siklus kedua

HASIL PENELTIAN

Setelah penulis melakukan pelaksanaan penelitian dengan menggunakan media JARIK maka terlihat bahwa pada saat pelaksanaan  tampak pada observasi maupun hasil tes siswa yang dapat terlihat pada data nilai tes siswa dapat  didapatkan data bahwa ada 19 siswa yang nilainya di bawah KKM(70) dan hanya ada 8 anak saja yang nilainya diatas 70 dan terdapat 13 anak yang nilainya pas KKM yaitu sebesar 70.

 

No.

Aspek

Prosentase (%)

1.

Respon

140/160 x 100% = 87.50 %

2.

Kerjasama

139/160 x 100% = 86.88 %

3.

Menyimpulkan

131/160 x  100% = 81,88 %

Rata-Rata

85.42 %

 

Dan dari dari hasil proses pengamatan tampak bahwa ada 87.5 % anak yang antusias yang ditunjukkan dari respon mereka saat menggunakan media JARIK. Sedangkan terdapat 86.88 % dari kerjasama yang cukup baik ditunjukkan oleh anak-anak selama kerja kelompok. Dan kemampuan menyimpulkan sebesar 81.88%.

Dari data evaluasi diatas menunjukkan bahwa pencapaian pemahaman siswa terhadap penggunaan JARIK ternyata belum optimal. Menurut observer yang merupakan teman sejawat penulis menyampaikan hal ini disebabkan oleh kurang optimalnya penggunaan JARIK karena kurang jelasnya siswa membedakan saat menggunakan gambar jaring dan gambar ikan yang mewakili bilangan bulat sehingga dalam penghitungan operasi hitung pada penjumkahan dan pengurangan dan penjumlkahan bilangan bulat terjadi banyak kesalahan. Selain itu dalam siklus 1 ini guru terlalu dominan dalam praktek sehingga kesempatan siswa untuk mengeksplorasi dan mencoba media menjadi lebih singkat waktunya. Oleh karena itu penulis perlu melakukan tindakan perbaikan pada siklus2

Dari data didapatkan data bahwa terjadi pening-katan nilai siswa. Nilai siswa yang telah mencapai di atas nilai KKM ada 35 siswa, ada 4 siswa yang nilainya pas KKM yaitu 70 dan hanya ada 4 siswa yg nilainya kurang dari KKM.

 

No.

Aspek

Prosentase (%)

1.

Respon

148/160 x 100% = 92.50 %

2.

Kerjasama

144/160 x 100% = 90.00 %

3.

Menyimpulkan

145/160 x  100% = 90,63%

Rata-Rata

91.04 %

 

 

Dari data observasi didapatkan hal yang sama yaitu tampak adanya peningkatan di semua aspek. Hal ini terlihat dari naiknya respon siswa mencapai 92.50 %, kerjasama mencapai 90.00 % dan kemampuan dalam menyimpulkan naik menjadi 90.63%.

Dari data di atas baik itu data tes maupun observasi pada siklus 2 ini telah terlihat bahwa penggunaan media JARIK sudah optimal. Siswa dalam satu kelompok dapat menggunakan media JARIK dengan baik dan hasilnya terlihat bahwa nilai rata-rata siswa mencapai 90.25%. Siswa telah memahami dengan baik dan sekaligus mengaplikasikan dalam operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Hal ini terbukti dari 87 % dari keseluruhan siswa telah mencapai KKM.sehingga dari data siklus2 ini telah dinyatakan berhasil dan selesai sehingga tidak memerlukan tahapan perbaikan lagi di siklus berikutnya

 

PEMBAHASAN

Pada data hasil penelitian diatas, dapat dibuat diagram sebagai berikut:

 

Dari tabel serta diagram di atas dapat diketahui  ternyata terjadi peningkatan hasil belajar. Menurut penulis dapat dilihat dari beberapa hal. Jika dilihat dari data Observasi pada siklus I yang semula rata-rata hanya 3.00 meningkat 0.53 menjadi 3.53. Hal ini dapat dilihat dari respon, kerjasama dan pengambilan kesimpulan yang semula hanya 85.42% meningkat menjadi 91.04% pada siklus II.

Hal ini penulis amati perubahan setelah penulis memperjelas pengertian simbol gambar jaring dan ikan yang mewakili bilangan bulat yang akan dihitung hasilnya serta banyak melibatkan siswa dalam praktek penggunaan media JARIK yang semula lebih didominasi oleh guru dan selanjutnya mencoba mengaktifkan siswa menggunakan media sehingga lebih memudahkan siswa dalam mengambil kesimpulan dalam pengerjaan soal berikutnya.

Hal ini dapat terlihat dalam peningkatan prosentase kemampuan siswa dalam mengambil kesimpulan yang semula hanya 81.88% meningkat menjadi 90.63% .

 

Peningkatan prestasi belajar matematika siswa juga dapat terlihat dari hasil tes siswa pada setiap siklusnya. Pada diagram diatas dapat dibaca bahwa nilai tes siswa pada siklus 2 mengalami peningkatan. Terlihat nilai siswa yang melampaui atau di atas 70 sangat signifikan dan nilai yang dibawah 70 rampak sangat berkurang. Dari data tabel 4.9 diatas juga tampak sekali peningkatan yang cukup signifikan yang didapat oleh siswa setelah menggunakan media JARIK ini yaitu dari rata-rata 66 meningkat menjadi 90.26.

Artinya media ini telah terbukti mampu meningkatkan pemahaman serta prestasi siswa dalam mempelajari materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Dari data inilah kemudian penulis menyimpulkan bahwa tahap pada siklus II ini telah selesai karena nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan dan ketuntasan seperti yang diharapkan dan diprediksi penulis dalam hipotesis yang telah dibuat sebelumnya

 

SIMPULAN DAN SARAN

A.      Simpulan

Dari hasil penelitian  tentang peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo dengan media JARIK dapat disimpulkan bahwa penggunaan media JARIK mampu meningkatkan prestasi belajar siswa dalam penguasaan materi ajar penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Hal ini terukti dari data penulis yang semula nilai anak-anak rata-rata hanya 66 kemudian naik menjadi 90.25 setelah memmanfaatkan media JARIK tersebut.

 

B. Saran-Saran

Berdasarkan pada hasil penelitian ini, disampaikan saran-saran sebagai berikut :

  1. Guru :

Pada pembelajaran pada bidang studi matemátika hendaknya guru menyiapkan  media yang menarik serta melibatkan siswa lebih aktif, sehingga siswa lebih banyak melakukan praktek dalam mengajak siswa membuat kesimpulan secara mandiri setelah memanfaatkan media yang disediakan guru.

  1. Siswa

Siswa hendaknya mampu memanfaatkan setiap media seperti JARIK sehingga akan membantu pemaahaman mereka dalam menguasai pelajaran matematika pada  materi ajar penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.

 

DAFTAR PUSTAKA

Aqib, Zainal. 2006. Penelitian tindakan Kelas.  Bandung:  Yrama Widya.

Danielz. 2009. http://math07.findtalk.biz/t54-bab-1-bilangan-bulat-ringkasan-materi. Bilangan Bulat(Ringkasan Materi). Diakses tanggal 18 Oktober 2012 pukul 08.50

Dyah R, dkk. 2012. Pedoman Penulisan Skripsi. FKIP UNIPA Surabaya.

Indriyastuti. 2012. Dunia Matematika 4. Solo: Tiga Serangkai

http://penelitiantindakankelasptk.wordpress.com. Penggunaan Media Lidi Untuk Meningkatkan Keterampilan Siswa Pada Penjumlahan Bilangan Bulat di Kelas IV SD (PTK 161). Diakses tanggal 11 Oktober 2012 pukul 09.35

http://id.wikipedia.org/wiki/Bilangan_bulat. Bilangan Bulat. Diakses tanggal 18 Oktober 2012 pukul 08.38

Mintohari, 2012. Suplemen Proposal PTK dan karya Ilmiah. Makalah disajikan    pada PLPG guru Sekolah Dasar, Tuban, Jawa Timur

Ridwan. 2012. Pintar MNR 4. Bogor: Klinik Pendidikan MIPA

Shofyan. 2010. Pengertian Media Pembelajaran. http://forum.upi.edu/index.php.  Diakses tanggal 11 Oktober 2012 pukul 09.30

Sugiono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Categories: Uncategorized

LAGU GUBAHAN TEGAR- AKU YANG DULU BUKANLAH YANG SEKARANG

Image

wAH…. KARENA BANYAKNYA PENGGEMAR LAGU TEGAR DAN RASANYA LYRICNYA KURANG MEMBERIKAN MAKNA MAKA SAYA COBA MENGEDIT EDISI LAGUNYA SEBAGAI BERIKUT. SEMOGA SEMAIKN MEMBERI NUANSA SEMANGAT YA….

Aku yang dulu bukanlah yang sekarang
Dulu brandalan sekarang jadi sopan Dulu dulu dulu ku tak terarah
Sekarang ku dapat hidayah

Cita-citaku menjadi ahli surga
Dulu tersesat sekarang paham agama
Bersyukurlah pada Allah ta’ala
Memberi aku jalan hidayah

Reff
Hidupku dulunya  seorang yang cengeng
Sdikit-sdikit pulang main malah nangisan
Mengejar layang-layang putus yang terbang
Membantu teman main sebaya

Sekolah dulu ku biasa bercanda
Terpaksa ku harus belajar diluar
Tetapi aku berusaha berubah
Pasti bu guru kan memaafkannya

Hidupku dulunya  seorang yang cengeng
Sdikit-sdikit pulang main malah nangisan
Mengejar layang-layang putus yang terbang
Membantu teman main sebaya

Hidupku dulunya  seorang yang cengeng
Sdikit-sdikit pulang main malah nangisan
Mengejar layang-layang putus yang terbang
Membantu teman main sebaya

Sekolah dulu ku biasa bercanda
Terpaksa ku harus belajar diluar
Tetapi aku berusaha berubah
Pasti pak guru kan memaafkannya

Aku yang dulu bukanlah yang sekarang
Dulu ku telat sekarang jadi semangat
Dulu dulu dulu ku tak terarah
Sekarang aku dapat hidayah

Cita-citaku menjadi ahli surga
Dulu tersesat sekarang paham agama
Bersyukurlah pada Allah ta’ala
Memberi….hoo…
Memberi aku  jalan hidayah

Categories: Uncategorized

SOAL Matematika SD pada ME Award Tahun 2012

Soal ME Award tahun 2012 lalu sebagai bahan acuan sekaligus referensi belajar Anda dapat download dengan klik Soal babak 1, babak 2 dan  babak 3

Categories: Lomba Matematika, MATH

KISI-KISI Lomba ME Award (MEA) 2013 dan contoh soal olimpiade MM SD tahun lalu

siap lomba

 

Berikut ini adalah kisi-kisi soal olimpiade MEA 2013. bagi yang ingin tahu bisa download dengan klik disini

dan contoh soal olimp MM SD tahun lalu dengan klik  soal tahun 2010(babak1), babak(2) dan tahun 2009

Categories: Uncategorized
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.