Home > Uncategorized > Cerita Motivasi : Wanita dan Kue

Cerita Motivasi : Wanita dan Kue

Cerita motivasi adalah cerita biasa akan tetapi mengandung sebersit makna, dimana makna tersebut dapat memberi semangat, pencerahan dan motivasi bagi siapa saja yang membacanya. Baik Motivasi untuk menghadapi kehidupan, motivasi untuk berbagi kepada sesama ataupun motivasi dalam menjunjung tinggi nilai-nilai religi, sosial, cinta dan kepedulian terhadap sesama. Mudah-mudahan cerita sederhana ini dapat menginspirasi saya dan Anda.

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk mengisi waktu ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu mencari tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya , ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua potong dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam.Sementara si Pencuri Kue yang pemberani hampir menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal, sementara menit-menit berlalu.

Wanita itupun sempat berpikir: “Kalau aku bukan orang baik  sudah  kutonjok dia!“.

Setiap ia  mengambil satu kue, Si lelaki juga mengambil satu.
Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu.
Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan  membaginya dua.

Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi.

Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir : “Ya ampun orang ini berani  sekali, dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih”.

Belum pernah rasanya ia begitu kesal.
Ia menghela napas lega saat  penerbangannya diumumkan.

Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang.

Wanita itupun enggan untuk menoleh pada si “Pencuri tak tahu berterima kasih”.
Ia naik pesawat dan duduk  di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia  merogoh tasnya, ia menahan nafas dengan kaget.

Disitu ada kantong kuenya, di  depan matanya !

Kok roti milikku ada disini, erangnya dengan patah hati.

Jadi kue  tadi adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia  tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar dan tak tahu berterima kasih.

Jadi ternyata, dialah pencuri kue itu !

Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi kadang sering terjadi.

Kita sering  berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.
Orang lainlah yang selalu salah

Orang lainlah yang patut disingkirkan

Orang lainlah yang tak tahu diri

Orang lainlah yang berdosa

Orang lainlah yang selalu bikin masalah

Orang lainlah yang pantas diberi pelajaran

Padahal

Kita sendiri yang mencuri kue tadi

Kita sendiri yang tidak tahu terima kasih.

” Kita sering mempengaruhi, mengomentari , mencemooh pendapat, penilaian atau  gagasan orang lain. Sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.”

Semoga kita tidak seperti wanita tadi, sahabat!

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: