Liputan Media

Penulis Artikel “Belajar Matematika dengan Nalar” di Jawa Pos

Liputan Media Seputar Lomba Robot tahun 2002
Jawa Pos

Surya

Surabaya Post

Prestasi Anak Didik
M.Farras Rahmatullah di Jawa Pos

M. Farras Rahmatullah

Majalah MATAN Muhammadiyah
SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo tak henti-hentinya mendulang prestasi. Belum genap satu tahun memborong medali pada even Jaringan Sekolah Muhammadiyah (JSM) Stay Cool di Yogyakarta awal Januari lalu, kini salah satu siswanya mengukir prestasi di ajang International Mathematic Contest (IMC).
Perlombaan yang diadakan di Singapura (21-24/8), menjadi ajang pembuktian konsistensi prestasi Muhammad Farras Rahmatullah. Dia mampu membawa pulang medali perak setelah bersaing dengan 527 peserta dari Malaysia, China, Taipe, India, dan sejumlah negara Asia yang lain. “Saya awalnya tidak terlalu berharap untuk menang karena cuma ikut-ikut saja,” ujar Farras polos.
Bocah kelahiran 14 Desember 1997 ini mengaku, belajar adalah bagian dari permainan. Begitu pula saat mengikuti perlombaan. Tidak ada ambisi yang meledak-ledak untuk memenangkan kejuaraan. 22 soal yang diujikan dikerjakan tanpa beban. “Sebisanya melakukan yang terbaik saja,” tambah siswa yang pernah meraih predikat The Best Theory dalam Olimpiade Sains Matematika itu.
Atmosfer sekolah memang diciptakan untuk peningkatan prestasi yang kuat. Hampir semua pengajaran dikemas dalam bentuk yang menyenangkan. Khusus untuk siswa-siswi cerdas, diberi ruang khusus; kelas olimpiade. Kelas tersebut fokus di penguatan Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, Ismuba (Al Islam, Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab), dan Bahasa Inggris. “Sekaligus digunakan untuk meyeleksi siswa-siswa kelas 4 dan 5 yang berpotensi mengukir prestasi,” jelas Wakil Kepala Sekolah Mohammad Saifullah Rochim (35).
Hasilnya, akan ada pembinaan siswa lebih lanjut. Termasuk dalam menyongsong IMC. Menjelang perlombaan tingkat internasional tahunan ini, pihak sekolah mengaku membombardir Farras dengan latihan-latihan soal berstandar internasional dan berbahasa Inggris. Lamanya, setiap satu minggu sekali dalam waktu hampir tiga bulan. Soal-soal tersebut selain diunggah dari internet, tetapi juga berasal dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM).
Bagi Farras, ‘bimbingan’ pihak sekolah itu dianggap sebagai tantangan, meskipun ‘penggodokan’ tersebut dilakukan pada pukul 12.30-13.30 wib. Sebuah waktu , ang terkenal dengan ‘jam kantuk’ sekolah. Latihan tersebut berkutat pada tiga tipe soal: bilangan, geometri dan eksplorasi. “Yang eksplorasi itu mikirnya terlalu sulit,” keluh Farras.
Sementara pembina Matematika Abdullah Makhrus (28) memuji kemampuan Farras dalam menyelesaikan soal-soal bilangan. Karena pihak sekolah hanya mengajarkan metode-metode dasar pengerjaan soal, terkadang tidak terbayang cara Farras menyelesaikan soal. “Dia mempunyai imajinasi yang kuat, bahkan mempunyai cara sendiri yang tidak dapat ditebak oleh guru,” tutur Makhrus. “Terutama soal berbentuk mirip permainan Sudoku.”
Dalam melatih Farras dan siswa-siswa lainnya, Makhrus mempunyai trik agar mereka memiliki mental juara. Yakni dengan lebih membiasakan mereka tipe soal-soal. Terlebih, untuk soal-soal yang berstandar internasional, terkadang diberikan lebih variatif. Selain itu agar mereka terhindar dari kebosanan, soal-soal bisa diberikan dalam bentuk games. “Biasanya kami juga beri hadiah,” ujar Makhrus.
Kini SDM 1 Sidoarjo tengah mempersiapkan mengikuti perlombaan Matematika se-Jawa Bali yang diadakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka tidak memasang target memenangkan lomba. “Ya, ikut lomba saja. Menang dan kalah tidak masalah,” sambung alumnus Poltek ITS ini.
sumber :http://matan-muhammadiyah.blogspot.com/2009/10/cerita-tentang-imajinasi-farras.html

[ Jawa Pos, Senin, 31 Agustus 2009 ]
Siswa Muhammadiyah Juara IMC
SIDOARJO – SD Muhammadiyah 1 Raden Patah Sidoarjo meraih medali perak dalam ajang International Mathematics Contest (IMC) yang dihelat pada 21 Agustus lalu di Singapura. M. Farras Rahmatullah merupakan satu-satunya pelajar dari Jawa Timur (Jatim) yang meraih medali perak tersebut.

Farras berhadapan dengan ratusan pelajar dari delapan negara di Asia. Di antaranya, Tiongkok, Taipei, Hongkong. Filipina, India, Malaysia, dan Singapura.

Pada kesempatan tersebut, Farras mendapatkan medali perak untuk kategori pelajar tingkat SD. Kepala SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo M. Ikhsan menuturkan, pada IMC tahun ini ada 75 pelajar se-Indonesia yang turut meramaikan kontes tersebut. “Tapi, tidak semua pelajar mendapatkan medali,” tuturnya.

Farras mengatakan lebih menyukai matematika daripada pelajaran lain. Menurut dia, tantangan yang dihadapi dalam tiap soal membuat rasa penasarannya semakin tinggi. “Jadi ketagihan mengerjakan soal-soal matematika,” tambahnya.

Bocah 11 tahun itu sukses mengerjakan 22 soal yang diujikan dalam IMC. Rinciannya, 10 soal pilihan ganda, 10 soal jawaban singkat, dan 2 soal uraian. “Tapi, saya menemui sedikit kesulitan pada uraian,” ucapnya.

Sementara itu, siswa SD Muhammadiyah 1 Gresik berhasil mendapatkan perunggu dalam ajang bergengsi tersebut. Dia adalah Zahrotus Silmi Aliyah, siswa kelas VI. Bocah berusia 15 tahun tersebut berhak tampil dalam ajang IMC di India pada Oktober mendatang yang rencananya diikuti 25 negara di dunia.

“Melihat prestasi akademik di sekolah, sejak awal kami yakin Aliyah bisa mendapatkan medali,” ujar Kepala SD Mutu Gresik Edy Nur Hasan. (nuq/yad/end)

Krisna Attayendra:
[ Jawa Pos, Selasa, 02 September 2008 ]
Siswa SD Muhammadiyah I Terpilih Ikut International Mathematic and Science Olympiad
Berawal dari Obsesi, Kini Menjadi Prestasi

Obsesi terkadang mampu mendorong kita menjadi yang terbaik. Misalnya, yang dialami Krisna Attayendra, 12. Bocah kelas 6 SD Muhammadiyah I Sidoarjo itu terpilih sebagai salah satu wakil Indonesia di ajang International Mathematic and Science Olympiad (IMSO) di Kupang, NTT.

Thoriq S.K., Sidoarjo

Bel tanda jam belajar selesai telah berbunyi. Siswa-siswi SD Muhammadiyah I berhamburan keluar, pulang ke rumah masing-masing. Namun, tidak bagi Kresna. Dia tetap tinggal di kelas untuk menunggu bimbingan tambahan. “Saya masih ada pelajaran tambahan,” katanya ramah.

Maklum, bocah kelahiran September 1996 itu akan mewakili Indonesia di ajang International Mathematic and Science Olympiad (IMSO) November mendatang. “Saya harus banyak belajar dan latihan,” ujarnya.

Beberapa bulan terakhir, Kresna dipersiapkan mengikuti lomba matematika. Jika kebanyakan siswa takut dengan pelajaran tersebut, Kresna justru menggandrunginya. Penyebabnya, sejak kecil dia terbiasa dengan soal matematika. “Kalau diutak-atik mirip puzzle,” tambahnya.

Karena itulah, Adik Vidya Nurina, 15, itu menyukai matematika. Bahkan, dia lebih suka mengerjakan soal pecahan daripada soal dalam bentuk cerita.

Kresna juga mengaku tidak memiliki waktu khusus untuk belajar. Lewat bimbingan dua gurunya, Enik dan Makhrus, bocah alumni TK Cendikia itu mulai mempersiapkan diri. Setiap ada kesempatan, dia menggunakan untuk mengerjakan soal-soal hitungan. “Itung-itung, memperlancar saya dalam menghitung, ” katanya.

Selain belajar, Krisna punya teman diskusi di rumah. Rekan diskusinya tidak lain sang ayah, Surfiandi, 42. Menurut Kresna, ayahnya sangat cerdas. Hal itulah yang mendorong dia untuk menjadi juara dan mengalahkan orang tuanya. “Itu obsesi saya dulu,” tuturnya.

Putra kedua pasangan Sonny Surfiandi dan Dyah Wahyu Murti H. itu akan mewakili Indonesia setelah lolos seleksi pada Juni lalu. Dia menjadi bagian dari 10 siswa yang terpilih maju ke even internasional tersebut. “Alhamdulillah, saya ikut terjaring,” ujarnya.

Kresna yang bercita-cita menjadi ilmuwan itu tidak ingin kecewa. Dia serius mempersiapkan diri menghadapi even tersebut. Jam belajar pun ditambah. “Saya ingin menang,” lanjutnya.

Oktober nanti, dia dan beberapa siswa lainnya akan berangkat ke Thailand. Di Negeri Gajah Putih itu, Kresna akan pemanasan untuk menghadapi even yang sebenarnya pada November mendatang.

Harapan tertumpu pada bocah kelas 6 SD tersebut. Dia menyadari hal itu. Tapi, dia tidak menjadikannya beban, justru menjadi pendorong. “Saya harus berhasil untuk diri saya, orang tua, sekolah, dan Indonesia,” ucapnya. (ib)

[ Jawa Pos, Sabtu, 25 Oktober 2008 ]
Siap Berjuang untuk Indonesia
SIDOARJO – Satu lagi siswa asal Sidoarjo yang siap mengharumkan nama bangsa. Krisna Attayendra, 12, bersama sembilan siswa berprestasi se-Indonesia hari ini (25/10) sedang berjuang di Thailand dalam International Mathematic Competition (Imec).

Anak kedua di antara tiga bersaudara itu kini di negeri Gajah Putih tersebut. Siswa kelas VI SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo itu akan berjuang dalam Imec hingga Kamis mendatang (30/10).

Saat dihubungi melalui telepon, pelajar yang tinggal di Perumahan Bumi Citra Fajar tersebut mengatakan siap menghadapi soal-soal dalam Imec. Krisna menyatakan sedikit deg-degan. Tapi, dia percaya diri bisa memberikan yang terbaik. “Saya akan berusaha untuk semua,” katanya.

Adik Vidya Nurina, 16, tersebut mengungkapkan, banyaknya dukungan dari keluarga dan teman-teman membuat dirinya kuat dan lebih tenang. “Teman-teman banyak yang SMS menyemangati saya,” ucap Krisna.

Krisna menuturkan, sebelum dirinya berangkat ke Thailand, ayahnya berpesan agar tetap tenang dan tidak lupa berdoa. “Kata ayah, saya harus tenang menghadapi soal-soal yang sulit,” ujarnya menirukan pesan ayahnya, Sonny Surfiyandi, 42. (nuq/ib)

  1. mahdiyani praptandari
    April 30, 2010 at 1:27 pm

    wow..gara gara pak makhrus,SDM 1 dikejar media massa

  2. annisa
    May 18, 2010 at 10:20 am

    waw enak ya jadi kayak gitu ya yani

  3. yayok
    June 17, 2011 at 11:54 pm

    Selamat.
    Wah luarbiasa..teruskan dan pertahankn prestasi yg sudah dicapai.

  4. laili
    March 17, 2012 at 11:33 am

    wow bagus bagus pretasinya…………..aku pengen jadi mereka

  5. lili
    April 13, 2012 at 11:30 am

    hebat……..

  6. fhila and fanny
    January 25, 2013 at 2:43 am

    wow hebat sekaliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii………………………..

  1. December 5, 2013 at 4:58 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: